Langsung ke konten utama

Sudut PandangKu





Pada kenyataannya, manusia tidak lepas dari sebuah pilihan, ada yang mampu memilih dari beberapa pilihan tersebut, ada juga yang bahkan terhimpit oleh pilihan itu. Ada yang mengatakan bahwa di Dunia ini ada dua macam manusia, yaitu pemenang dan pecundang. Entah apa makna sebenarnya dari pemenang dan peundang. Bagi aku semua manusia itu sama. Tak bisa dikelompokan dengan istilah pemenang dan pecundang. Karena semua itu hanyalah sebuah prespektif.
Aku adalah seorang mahasiswa yang tidak terlalu banyak memiliki teman. Aku juga kurang menarik.  Bagi aku. Aku hidup dalam seboah obsesi yang terkadang itu harus menjadi kenyataan dalam hidupku. Kesulitan dalam hidup adalah i can’t do something step by step. I like a something news.
Aku terlalu terobesesi dengan kata SUKSES. Bahkan bagi aku sukses itu mudah. Namun realitanya tidaklah seperti itu. Aku meyakini bahwa SUKSES ada dalam genggaman. Jika genggaman itu kau lepas, maka aku yakin, KESUKSESAN-pun akan lari bersama lambayanmu.
Aku tidak terlalu pandai berfikir secara akurat. Andai saja yang membedakan manusia dan hewan bukan dari cara berfikirnya. Maka kau tidak akan sekali-kali mencoba untuk berfikir tentang hari esok. Berfikir untuk kedepannya. Aku menyadari bahwa berfikir merupakan identitas manusia.
Sebenarnya, aku tidak ingin menuangkan pendapatku tentang problem dunia saat ini. Aku lebih ingin menceritakan keresahanku. Karena tidak mungkin bagi aku untuk membahas masalah global sedangkan secara personal aku masih menjadi sarang masalah.
Aku sangat menyukai hal yang baru. Itu menjadi obsesi bahkan mungkin aku telah kecanduan dengan hal-hal baru. Hobbyku bukan membaca, tapi aku tulis dalam identitasku bahwa aku suka membaca. Kenapa? Akupun tidak faham akan hal itu.
Baik. Aku muai dari hal-hal yang aku sukai, aku menyukai hal-hal yang sedang trending, baru-baru ini aku mendengar bahwa youtube lebih dari TV, sehingga salah satu youtuber mampu menghasilkan jutaan rupiah. Aku juga suka akan hal editing. Editing video. Itu lebih menyenangkan daripada editing photo. Aku juga suka B. Inggris. Nulis naskah drama. Dll. Namun ada yang mengganjal dalam diriku. Aku tak mampu menempatkan porsi yang tepat dari semua yang aku suka, makanya aku katakan bahwa aku sulit untuk do something step by step. Semuanya terasa berantakan. Tak teratur. Ya begitulah tepatnya.
Aku selalu mengambisikan bahwa semua yang aku sukai akan mengantarkan ku pada kesuksesan, aku percaya itu, namun pada nyatanyam aku selalu malas ketika aku sudah terjun di dalamnya. Itu juga masalahku.
aku seorang mahasiswa yang berangkat dari keluarga sederhana, dalam urusan ekonomi, aku tidak bisa mengatur secara baik. Bahkan aku harus berbohong ketika ekonomiku lagi skarat, maka aku harus berkata “Uangku Masih Ada Ma’”, begitukah kiranya ketika emma’ku bertanya.
Hari ini kau nulis sedikit kisah hidupku, entah apakah ini akan berkelanjutan atau hanya akan ada beberapa kisah yang tertulis kedepannya. Aku tegaskan, aku suka hal baru. Nulis bukan hal yang tak lazim, tapi aku ingin apa yang aku alami ku tulis dan aku ingin solusi setelah tulisanku dibaca oleh orang lain.
Ohh ya... Aku juga sulit tuk cerita secara oral ke orang lain.

Tunggu ceritaku berikutnya.

#Inikisahku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMU HARUS BAPER.

KAMU HARUS BAPER.   Buat yang lagi bingung. Ngapain loe Ngelamun.!!! Ne baca tulisan ane. Hidup itu simple . Tapi tak semudah seperti yang kita ucapkan. Jika hari ini kalian masih mengatakan bahwa hidup itu sulit, hidup itu ribet, hanya karena patah hati, ditinggal gebetan, berarti kalian masih tidak hidup dalam kehidupan yang sesungguhnya. Ada yang bertanya “kehidupan sesungguhnya itu apa? Dan ada di mana?” Jawabannya ada pada kalian. Artinya kehidupan sebenarnya adalah kalian, dan keberadaannyapun bersama kalian. Kenapa bisa? Jika loe masih belum ngertiin diri loe, gimana mau ngeritiin orang lain. Bener gak? Bener enggaknya ada pada loe juga. Oke. Mungkin kemaren aku nulis tentang beberapa resume tentang masalah hidupku. Tapi kali ini, aku akan coba buat sedikit cerita soal kehidupan. “loh kok kehidupan bang? Kok bukan BAPER?” “hah. Hah. Hah. Itu mah buat narik minat loe aje agar baca tulisan gue” . Menurutku kehidupan dapat dapat kita dapatkan di manapun, dan ...

ketika rindu menyapa, di mana

Rindu, itu yang ku rasakan, entah ini sebuah kemurnian atau sebuah keadaan yang menjadi penyebab adanya kerinduan ini. bagi aku sih, rindu tak sesakit ketika gigiku mulai mengeluh pada ku, hanya saja aku menafsiri mereka yang terbuai cinta khususnya ketika rindu itu menyapa mereka sih terlalu sempit memaknai rindu sehingga menyiksa dan menyepitkan ruang gerak dan substansi rindu itu sendiri.  'AKU MERINDUKANMU, SEAKAN TIADA RASA YANG PALING BERAT YANG AHRUS AKU TANGGUNG SELAIN RINDU'. y itulah mereka, seakan-akan rindu menjadi sebuh hal yang menakutkan. aku sendiri memaknai rindu adalah sebuah proses di mana aku harus sadar bahwa kau sedang bermimpi, bagaimana mimpi, ? seakan nyata namun pada realitasnya itu sebuah mimpi (nounsense).  jadi aku harus bangun, dari mimpi itu, ya itu sih presepektif aku. gimana menurut kalian,? ada hal-hal yang di mana itu menjadi moment bagi kita yang nantinya akan mengundang sebuah kerinduan. artinya penyebab. jika kamu rindu pada pac...