Rindu, itu yang ku rasakan, entah ini sebuah kemurnian atau sebuah keadaan yang menjadi penyebab adanya kerinduan ini.
bagi aku sih, rindu tak sesakit ketika gigiku mulai mengeluh pada ku, hanya saja aku menafsiri mereka yang terbuai cinta khususnya ketika rindu itu menyapa mereka sih terlalu sempit memaknai rindu sehingga menyiksa dan menyepitkan ruang gerak dan substansi rindu itu sendiri.
'AKU MERINDUKANMU, SEAKAN TIADA RASA YANG PALING BERAT YANG AHRUS AKU TANGGUNG SELAIN RINDU'. y itulah mereka, seakan-akan rindu menjadi sebuh hal yang menakutkan.
aku sendiri memaknai rindu adalah sebuah proses di mana aku harus sadar bahwa kau sedang bermimpi, bagaimana mimpi, ? seakan nyata namun pada realitasnya itu sebuah mimpi (nounsense).
jadi aku harus bangun, dari mimpi itu, ya itu sih presepektif aku. gimana menurut kalian,?
ada hal-hal yang di mana itu menjadi moment bagi kita yang nantinya akan mengundang sebuah kerinduan. artinya penyebab. jika kamu rindu pada pacarmu, maka pacarmu menjadi pelantara kerinduanmu.
tak ada yang special dari kalimat acak acakan di atas, hanya aku akan mengatakan pada dunia bahwa
"ketika aku merindukan seseorang, aku percaya bahwa orang yang aku rindukan pun juga merindukanku, setidaknya aku pernah terlintas dalam bayangannya. walaupun mungkin aku dan orang itu belum saling kenal. maka ituah kekuatan sebuah rindu"
"rindu tak selalu harus ada dekatnya sebagai penawar. bahkan aku akan semakin rindu ketika aku mulai meninggalkan senyumnya" Itu aku.
By: Mr Six
Komentar
Posting Komentar